Rabu, 30 Desember 2009

Situs Jejaring Sosial

Hey readers, it's been a long long time since we don't have a nice time. Saya baru kembali dari hiatus. Selama ini saya berpikir mengenai langkah saya selanjutnya, apakah saya melanjutkan untuk menulis blog ini lagi atau tidak. Tapi berhubung ada 1051 e-mail yang memenuhi Inbox saya (e-mail yang saya anggap menarik akan saya pajang di kiriman selanjutnya) yang meminta saya untuk kembali menulis, bahkan sampai ada 100 orang sudah berkelompok memberi ancaman bahwa mereka akan membuat grup "1,000,000 Facebook Users want MARI BERBAGI get Continued!". Gila, udah mau nyaingin Bibit - Chandra aja. Saya merasa tidak enak tentunya bila hal ini terjadi. Saya tidak ingin dicap sebagai korban mode akhir 2009. Akhir tahun gini, selain musim hujan, uang lagi musim itu bikin grup "Sekian Juta Facebookers untuk Mendukung Siapa Saja yang Sedang Punya Urusan dengan Hukum". Saya menjadi prihatin terhadap teman-teman dan saudara-saudara saya yang sedang atau telah bersusah payah mengenyam pendidikan dan menjalankan karir di bidang hukum. Nampaknya mereka bisa menjadi kehilangan lahan pekerjaan yang selama ini mereka idamkan sebab hukum sepertinya tidak punya kekuatan yang berarti lagi di negara ini, jadi tidak perlu kuliah hukum untuk membuat hukum di negara ini tegak. Sepertinya orang seperti saya juga bisa mengatur hukum hanya dengan bermodalkan komputer dan koneksi internet, misalnya saya bisa saja membuat
"1,000,000 Facebookers Dukung Artis yang Berkelahi dengan Wartawan" atau "10,000,000 Facebookers Dukung Konser Elvis di Jakarta (Kami Yakin Dia Masih Hidup)" atau bahkan "200,000,000 Facebookers Meminta Hari Libur Bagi Karyawan Jangan Cuman Hari Minggu dan Hari Besar, Hari Biasa Juga Bisa, Siapa Tahu Ada Urusan Mendadak, Emang Bos Doang yang Pengen Enak".
Dengan Facebook, segala urusan menjadi lancar.

Sabtu, 08 Agustus 2009

Perginya Sang Idola bagian 2

M. Noordin Top dalam versi rude boy, versi anak pesantren, versi hitam-putih, dan versi anak stoner metal (Arah jarum jam)

Artis yang nama depannya pakai huruf 'M' yang telah meninggal setelah M. Jackson dan M. Surip ternyata adalah M. Noordin Top, padahal belum ganti bulan. Dia memang bukan artis sih, tapi kan di Indonesia artis artinya orang terkenal.
Entri ini memang lanjutan dari entri sebelumnya dan kalau bicara tentang judulnya "Perginya Sang Idola bagian 2", harus kita akui bahwa Noordin Top adalah seorang idola bagi beberapa kalangan. Orang-orang yang mengidolakan Noordin Top antara lain berasal dari kalangan pesantren, anak-anak scene rocksteady dan stoner rock (bila mengacu pada gambar diatas).
Sejujurnya saya sedih sewaktu mendengar kabar Noordin yang top dan hits itu mangkat karena saya jadi ingat obsesi saya waktu masih SMA. Waktu itu saya ke toko video game dan di depan pintunya ada poster target operasinya POLRI. Saya baca hadiahnya waktu itu mencapai ratusan juta rupiah kalau saya tidak salah bila bisa memberitahu keberadaannya Noordin Top saja kepada polisi tanpa harus membunuh dia. Tapi sayang seribu kali sayang, harapan tinggal harapan, saya kalah cepat dengan polisi. Saya memang tidak ditakdirkan untuk mendapatkan hadiah ratusan juta rupiah. Padahal lumayan tuh kalau saya bisa memberi tahu polisi tentang keberadaan Noordin Top. Hitung- hitung buat modal usaha sama modal nikah.

Kamis, 06 Agustus 2009

Perginya Sang Idola


"Wer ar yu goeng, okee a'em bokeng. Weer ar yu goeng, okee mae darleng"

Dapat dipastikan kita tidak akan mendengarkan lagu itu lagi secara live di acara Inbox, atau Dahsyat (itu tuh, acara yang agak-agak mirip sama Top of The Pops kalau di Inggris).

Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan kabar kematian artis-artis yang kapasitasnya internasional maupun nasional. Kurang lebih dalam tahun 2009 ini ada 18 artis yang sudah pergi meninggalkan kita. Hey, apa yang sedang terjadi?! Ada apa ini?! Apa kita sedang dihukum Tuhan? Ataukah kita memang sudah tidak boleh menonton TV atau mendengar radio? Ataukah ini adalah sabotase dari infotainmen supaya mereka mendapatkan bahasan dalam tiap episodenya? Sepertinya kita memang tidak akan pernah tahu pasti akan jawabannya.
Namun akhirnya saya menemui titik cerah dari rentetan kematian artis-artis ini, ya setidaknya mengarah kesana lah. Saya menemukannya sewaktu saya sedang (maaf) berak pas lagi break pembuatan makalah saya tentang eksperimen pewarnaan material kulit dengan darah dan air mata. Bulan Juli kemarin Michael Jackson the King of Pop meninggal di usianya yang ke-50. Lalu bulan ini, dalam perjalanan menuju puncak karirnya di bidang musik, miliarder baru Indonesia, Mbah Surip ikut menyusul kepergian Michael Jackson. Kedua artis yang meninggal tadi sama-sama memiliki nama depan dari huruf 'M'. Kenapa M? Kenapa tidak Q atau X? Inilah sepertinya akan menjadi pertanyaan yang akan selalu ada di dalam benak kita.
Jadi siapakah artis yang nama depannya diawali huruf 'M' yang pada bulan september akan meninggalkan kita? Bisa saja orang itu adalah Manohara atau Mayangsari atau Micky AFI atau Mbah Marijan. Mari kita doakan supaya artis-artis yang nama depannya diawali huruf 'M' selalu ada dalam perlindungan-Nya.

Selasa, 04 Agustus 2009

Apa Bedanya Headline dengan Deadline?

Apa perbedaan antara headline dengan deadline? Apakah perbedaannya berada pada huruf depan kedua kata tersebut? Tentu saja jawabannya adalah tidak. Kenapa tidak? Tentu tidak biarpun saya sudah beri kombantrin. Bedanya adalah...
Mari kita definisikan satu per satu menurut penggalan katanya. Headline, head bila dipenggal dari line bisa menyebabkan kematian bagi line karena line tidak memiliki head lagi, bagian tubuh yang merupakan tempat bersarangnya otak, bagian tubuh yang dalam bahasa spanyolnya adalah cabeza. Sedangkan deadline, bila kata dead dipenggal dari line maka line hanya berupa garis, sudah tidak menjadi (maaf) momok bagi para mahasiswa dan karyawan yang biasanya dikejar deadline.
Bila didefinisikan berdasarkan bentuknya yang utuh maka headline berarti garis kepala. Garis-garis di kepala yang muncul ketika Anda menginjak usia yang dikategorikan sebagai usia lanjut. Headline bisa juga muncul pada kepala Anda meskipun Anda tidak menginjak usia lanjut tetapi ketika Anda menginjakkan kaki di kaki Gunung Fujiyama dan Anda menjadi Kikaider.
Lain halnya dengan deadline. Kita semua tentunya sering mendengar kalimat penolakan seorang mahasiswa atau karyawan yang diajak temannya misalnya untuk lari sore-sore keliling Lapangan Saparua, Bandung. Mahasiswa atau karyawan tersebut mengucapkan "Sori brad, gua gak bisa soalnya lagi dikejar deadline nih." Setelah berkata demikian sang mahasiswa atau karyawan tersebut akan merasa temannya dapat menerima alasannya dengan hati yang lapang karena alasannya dianggap logis padahal sebetulnya temannya merasa kesal karena si mahasiswa atau karyawan itu lebih memilih berlari dikejar deadline daripada berlari di sore hari mengelilingi Lapangan Saparua. Namun kadang kita memang harus mengorbankan persahabatan untuk menyelamatkan masa depan. Apabila si mahasiswa atau karyawan tadi orangnya terlalu solider, maka dia akan memilih berlari bersama temannya dan mengabaikan dosen atau bosnya. Deadline bila diartikan secara utuh adalah garis mati. Tentunya pengertian ini bermakna harfiah. Bila Anda melewati garis mati ini maka dapat dipastikan Anda akan berhadapan dengan dosen atau si bos yang sudah menyiapkan sanksi bagi Anda. Dan tentunya sanksi tersebut merupakan (maaf) momok bagi Anda.

Kenapa ya di dunia yang fana-fana-fanatik begini orang-orang banyak yang antusias bikin blogspot. Apa karena untuk urusan pekerjaan misalnya kerjanya bikin blogspot. Atau karena hobi karena hobinya bikin blogspot. Tapi saya bikin blogspotnya bukan sembarang blogspot karena blogspot saya itu agak sedikit lebih tinggi daripada leher angsa tapi bukan angsa dan seribaduga tapi angsanya angsa soang. Saya pengen coba tuh gaya hidupnya Ridho Rhoma yang anaknya Bang Haji Rhoma Irama atau sebut saja Prince Rhoma II biar agak beda sama Prince Michael II yang anaknya Michael Jackson paling kecil tapi gondrong kayak sinetron Tarsan Kota karena kalau rambutnya cepak tapi pakai celana animal print jadinya Prince Naseem Hameed. Siapa tahu dengan mengikuti gaya hidup dan cara dia dibesarkan saya bisa memiliki satu bagian tubuh yang saya dambakan tapi saya gak punya-punya juga yaitu brewok biarpun masih SMA tapi jangan bulu dadanya karena bulu dada itu mirip bulu rhoma. Bulu rhoma adalah bulunya Rhoma Irama. Tapi sebetulnya bulu dada itu lebih mirip lagi sama bulu (maaf) kelentit jadi saya takut saru antara dada saya atau (maaf) kelentit saya meskipun (maaf) kelentit itu organ vital perempuan.