Apa perbedaan antara
headline dengan
deadline? Apakah perbedaannya berada pada huruf depan kedua kata tersebut? Tentu saja jawabannya adalah tidak. Kenapa tidak? Tentu tidak biarpun saya sudah beri kombantrin. Bedanya adalah...
Mari kita definisikan satu per satu menurut penggalan katanya.
Headline, head bila dipenggal dari line bisa menyebabkan kematian bagi line karena line tidak memiliki head lagi, bagian tubuh yang merupakan tempat bersarangnya otak, bagian tubuh yang dalam bahasa spanyolnya adalah
cabeza. Sedangkan
deadline, bila kata dead dipenggal dari line maka

line hanya berupa garis, sudah tidak menjadi (maaf) momok bagi para mahasiswa dan karyawan yang biasanya dikejar deadline.
Bila didefinisikan berdasarkan bentuknya yang utuh maka
headline berarti garis kepala. Garis-garis di kepala yang muncul ketika Anda menginjak usia yang dikategorikan sebagai usia lanjut.
Headline bisa juga muncul pada kepala Anda meskipun Anda tidak menginjak usia lanjut tetapi ketika Anda menginjakkan kaki di kaki Gunung Fujiyama dan Anda menjadi Kikaider.
Lain halnya dengan
deadline. Kita semua tentunya sering mendengar kalimat penolakan seorang mahasiswa atau karyawan yang diajak temannya misalnya untuk lari sore-sore keliling Lapangan Saparua, Bandung. Mahasiswa atau karyawan tersebut mengucapkan "Sori brad, gua gak bisa soalnya lagi dikejar
deadline nih." Setelah berkata demikian sang mahasiswa atau karyawan tersebut akan merasa temannya dapat menerima alasannya dengan hati yang lapang karena alasannya dianggap logis padahal sebetulnya temannya merasa kesal karena si mahasiswa atau karyawan itu lebih memilih berlari dikejar
deadline daripada berlari di sore hari mengelilingi Lapangan Saparua. Namun kadang kita memang harus mengorbankan persahabatan untuk menyelamatkan masa depan. Apabila si mahasiswa atau karyawan tadi orangnya terlalu solider, maka dia akan memilih berlari bersama temannya dan mengabaikan dosen atau bosnya.
Deadline bila diartikan secara utuh adalah garis mati. Tentunya pengertian ini bermakna harfiah. Bila Anda melewati garis mati ini maka dapat dipastikan Anda akan berhadapan dengan dosen atau si bos yang sudah menyiapkan sanksi bagi Anda. Dan tentunya sanksi tersebut merupakan (maaf) momok bagi Anda.